Warga Dua Desa di Maluku Terlibat Bentrok, Dua Tewas dan Enam Terluka

Bentrokan antara warga terjadi di Desa Longgar dan Desa Apara, yang terletak di Kecamatan Aru Selatan, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Insiden ini terjadi pada Jumat pagi, di mana dua orang dilaporkan tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka akibat konflik tersebut.

Kedua korban yang tewas masing-masing adalah Antoni Sareman dari Desa Longgar dan Hery Marlisa berusia 40 tahun. Dalam kejadian ini, enam individu lainnya yang terluka termasuk warga dari kedua desa terlibat dalam baku hantam yang berujung pada tragedi ini.

Korban luka terdiri dari tiga warga Desa Longgar dan tiga warga Desa Apara. Mereka mengalami berbagai tingkat cedera akibat serangan yang berkepanjangan di antara kedua kelompok tersebut.

Pemicu Bentrokan Antara Dua Desa di Maluku

Berdasarkan informasi yang diterima, insiden tersebut bermula setelah dua warga Desa Longgar pergi ke Desa Apara untuk membeli minuman keras pada Kamis sore. Dalam perjalanan, mereka dihadang oleh sekelompok pemuda dari Desa Apara yang kemudian menyerang mereka.

Serangan itu berujung pada pengejaran, di mana kedua korban melarikan diri kembali ke desa mereka. Tindakan ini memicu ketegangan yang membara di antara dua desa.

Sore hari, mereka yang merasa terprovokasi berusaha mencari para pelaku serangan tersebut. Ketika mereka berkonfrontasi di perbatasan desa, bentrokan terjadi, melibatkan senjata tajam hingga busur panah.

Upaya Mediasi yang Tak Berhasil dalam Menghentikan Kekerasan

Salah satu pendeta mencoba melerai bentrokan, tetapi upaya tersebut tidak berhasil. Situasi semakin memburuk ketika warga dari kedua desa berbondong-bondong datang untuk terlibat dalam konflik yang berlangsung.

Petugas keamanan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang hadir di lokasi berusaha meredakan situasi, namun kekerasan tetap terjadi. Kedua desa terus terlibat dalam bentrokan yang menyebabkan ketegangan yang meningkat.

Kembali terjadi serangan pada Jumat pagi, menunjukkan bahwa situasi tersebut semakin memanas. Akibatnya, bentrokan berlanjut dan mengakibatkan lebih banyak korban cedera dan kematian.

Langkah-langkah Mengatasi Konflik di Wilayah Perbatasan

Kapolres Aru mengonfirmasi mengenai situasi ini dan menyatakan bahwa sekitar tiga puluh personel Brimob dikerahkan ke lokasi melalui jalur laut. Pengiriman personel bertujuan untuk menjaga keamanan dan meredakan konflik yang berlangsung.

Bupati setempat juga turun tangan dengan berusaha melakukan dialog antara kedua belah pihak. Dia mengajak tokoh masyarakat untuk berperan dalam meredakan ketegangan dan mencari solusi damai.

Dalam pernyataannya, bupati berharap agar warga dapat menyerahkan semua keputusan kepada aparat penegak hukum dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang bisa memperburuk situasi. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan ketenangan di kedua desa tersebut.

Related posts